Distribusi Kartu Tani Ditarget Tuntas 2017

Kam, 12/01/2017 - 16:36 -- a60es

Magelang - Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP bersama Menteri BUMN Rini Soemarno me-launching kartu tani di 21 kabupaten/ kota se-Jawa Tengah secara serentak. Prosesi peluncuran kartu tersebut dilakukan di Lapangan drh Supardi Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, Kamis (12/1).

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menyampaikan, kartu tani merupakan langkah untuk mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi secara enam tepat. Yakni tepat jenis, jumlah, harga, mutu, waktu dan tempat. Saat ini distribusi kartu tani sudah mencakup 22 kabupaten/ kota. Per 8 Januari 2017 tercatat sebanyak 239.856 kartu didistribusikan. Dia menargetkan pada 2017 seluruh petani di Jawa Tengah yang berjumlah sekitar 1.484.221 orang akan mendapatkan kartu tani. Sehingga mereka tidak lagi terkendala stok pupuk saat masa pemupukan tiba.

"Di 2017 ini mesti tuntas. Distribusi kartu yang diterima petani sampai dengan 8 Januari 2017 sebanyak 239.856 kartu, yang siap dibagikan hingga akhir Januari (termasuk yang dibagikan pada 8 Januari) nanti 828.831 kartu. Sekarang dalam proses 681.100 kartu. Paling lambat tadi bilangnya bu menteri sebelum lebaran beres," katanya.

Menurut Ganjar, manfaat dari kartu tani ini tidak hanya untuk pendistribusian pupuk bersubsidi dan keterjaminan ketersedian pupuk untuk petani. Lebih dari itu, dapat membantu pengalokasian bantuan sarana produksi padi (saprodi) dan sarana produksi pertanian (saproktan) agar lebih tepat sasaran kepada petani yang masih masuk kategori miskin. Apalagi 90 persen petani di Jawa Tengah atau sekitar 1,383 juta hanya memiliki luas lahan pertanian sekitar 0-1 ha.

Selain itu, imbuh gubernur, adanya kartu tani dapat menytabilkan harga komoditi pertanian pada saat mengalami lonjakan harga di pasar. Sebab, kartu tani juga terhubung ke dalam sistem informasi pertanian Indonesia (Sinpi), yang tidak hanya memuat kebutuhan pupuk petani tetapi juga luas lahan hingga jenis komoditas yang ditanam.

"Hari ini harga cabai tinggi kita tidak bisa operasi pasar karena kita tidak punya data di mana ada cabai. Padahal kalau hari ini mereka punya kartu tani kita bisa tahu daerah mana saja yang panen cabai," ujarnya.

Ganjar juga berharap seluruh penyuluh terus melakukan pendampingan kepada petani dan mengajak mereka untuk lebih modern agar produksi mereka lebih meningkat. Selain itu, penyuluh diminta mendorong terbentuknya kelompok tani dan menyadarkan petani agar mau didata. Sehingga fasilitas-fasilitas kartu tani dapat dirasakan langsung oleh mereka.

Menteri BUMN RI Rini Soemarno mengapresiasi diluncurkannya kartu tani yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan menggandeng BRI yang juga salah satu BUMN. Dia akan terus mendorong penggunaan sistem perbankan dari BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan nelayan. Kartu tani nantinya juga akan diintegrasikan untuk keperluan program pemerintah yang lain dalam mengurangi kesenjangan.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Asmawi Syam memerintahkan kepala cabangnya di Jawa Tengah untuk meningkatkan pelayanan pemanfaatan kartu tani dan membantu penyuluh dalam mendampingi petani. Sehingga keberhasilan penerapan kartu tani akan memberi banyak manfaat tidak hanya kepada para petani, tetapi juga masyarakat luas. (Humas jateng)