Digital, Ilmu Paling Hebat Menjual Pariwisata

Sab, 17/12/2016 - 07:15 -- humasjtg3

Semarang-Puluhan mobil Land Rover berjajar dengan gagahnya di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat siang (16/12) itu. Pengemudi laki-laki dan perempuan, baik yang berusia muda hingga paruh baya, siap berkendara menuju Pulau Dewata. Namun, sebelum menghadiri Festival Land Rover Asia Pacific di Bali, mereka menyapa Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP.

"Kami punya hobi yang sama berpetualang. Di manapun kami gelar tenda, camping. Jawa Tengah menjadi salah satu daerah favorit untuk kami kunjungi," ungkap Ketua Land Rover Club Indonesia (LRCI) Dedi Gumelar saat beraudiensi dengan Gubernur Ganjar Pranowo.

Dedi yang juga dikenal sebagai komedian nasional itu mengaku, keluarga besarnya di LRCI selalu mempromosikan eco tourism saat mereka berkendara ke berbagai daerah di tanah air.

"Di manapun kami gelar tenda, camping, kami turut menyosialisasikan tentang eco tourism yang kental dengan kehidupan alam dan kearifan lokal. Ketika kami berkemah, entah di Dieng, di Banyumas, dan sebagainya, kami selalu cerita keindahan daerah setempat kepada teman-teman komunitas lain. Jadi ada getok tular atau indirect marketing. Sehingga tumbuh ekonomi kreatif di daerah," beber Dedi.

Kontribusi LRCI mempromosikan eco tourism memeroleh apresiasi dari Gubernur Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengaku, dirinya juga tengah gencar mempromosikan sport tourism.

"Ilmu paling hebat untuk menjual itu melalui kelakuan digital. Inovasi di desa sekarang itu luar biasa. Kalau kita tampilkan foto-foto yang menarik, di-upload di social media, orang lain melihat, mereka tertarik, kemudian datang," terangnya.

Ganjar mencontohkan, objek wisata Jembatan Cinta di Purbalingga yang pernah disinggahi oleh LRCI sebenarnya merupakan jembatan tua yang direnovasi kembali. Karena banyak warga setempat yang menjadikan lokasi favorit untuk mengabadikan momen sebelum pernikahannya, dan kemudian mereka mengunggahnya di media sosial, maka dampaknya, semakin banyak orang yang tertarik mengunjunginya.

"Cerita soal Jembatan Cinta itu juga menarik. Itu jembatan kuno, dicat kembali, diberi ornamen payung terbalik. Setiap orang mau menikah atau prewedding fotonya di situ. Lalu di-upload. Jadi banyak yang ke situ," beber Ganjar. (Biro Humas Setda Prov Jateng)