Balkondes, Keroyokan Majukan Borobudur

Kam, 12/01/2017 - 16:59 -- a60es

Magelang - Candi Borobudur sebagai candi peninggalan Wangsa Syailendra memang sudah sangat tersohor, baik di level domestik maupun global. Sayangnya, kesohoran itu belum mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jateng dan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP saat memberikan sambutan pada acara Peresmian Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Rabu (11/1). Pembangunan Balkondes yang kini tengah digencarkan oleh Kementerian BUMN, memiliki arti penting untuk memajukan Borobudur.

“Kalau kemudian rekan-rekan BUMN mengembangkan program Balkondes, maka artinya semua keroyokan untuk memajukan Borobudur dan kawasan strategis wisata nasional lainnya, agar makin maju dan menarik. Borobudur tidak bisa kita biarkan hanya menjual kawasan wisata budaya/ candi saja,” kata Sri Puryono saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP.

Untuk memajukan Borobudur, imbuhnya, program pengembangan desa-desa di sekitarnya menjadi sangat menarik dan penting. Pengembangan itu bisa dilakukan dengan menyediakan homestay, membuat event-event seni budaya, atau memamerkan produk hasil kerajinan tangan. Bahkan bisa memberikan kesempatan bagi para turis untuk mempraktikkan cara membuat kerajinan tangan. Antara lain membatik, membuat anyaman, dan patung.

“Ini yang kemudian saya yakin makin menarik turis untuk datang ke Borobudur,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWCPRB) Edy Setijono mengatakan, pada tahun ini, Balkondes akan memasuki tahapan selanjutnya, yaitu tahap produktif. Tahap produktif adalah tahapan pembangunan dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki masing-masing desa. Selanjutnya, satu Balkondes akan terkoneksi dengan Balkondes lain, sehingga bisa saling bersinergi. Upaya itu, selain akan memberikan daya tarik yang lebih tinggi bagi wisatawan untuk datang, secara tidak langsung akan menambah pendapatan masyarakat di sekitar Candi Borobudur.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negera Rini M Soemarno melakukan peletakan batu pertama pangunan Balkondes di Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur. Keberadaan Balkondes diharapkan desa-desa di Borobudur dapat memanfaatkan kunjungan wisatawan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian desa. (Humas Jateng)