Aplikasi Petani Jateng, Atasi Berbagai Persoalan

Min, 18/12/2016 - 21:40 -- humasjtg3

Karanganyar - Imej petani yang hanya bisa macul di sawah dan gagap teknologi (gaptek), mesti diubah. Petani juga mesti mengikuti perkembangan zaman dan menguasai teknologi, untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menyampaikan pada era digital sekarang ini, penggunaan teknologi merupakan keniscayaan di segala sektor, termasuk pertanian. Untuk itu, gubernur bersama jajarannya berupanya membuat aplikasi yang dapat membantu petani, yakni aplikasi Petani Jateng. Melalui aplikasi tersebut, berbagai persoalan tentang pertanian bisa terpecahkan, tanpa perlu menunggu penyuluh.

"Kalau para petani, kelompok tani bisa kita bantu dengan aplikasi ini, harapannya, apa pun masalah pertanian, bisa didiskusikan di situ. Nggak perlu nunggu penyuluh. Termasuk, komoditas apa yang dimiliki untuk dijual, bisa di-upload. Saya punya jagung sekian ton.Nggak usah pakai tengkulak. Tengkulake njenengan dhewe. Tawakke. Ini kebiasaan yang mau coba kita dorong. Sehingga, petaninya meningkat," urainya pada Peluncuran Aplikasi Petani Jateng, Minggu (18/12) di Lapangan Jatiyoso.

Ganjar menceritakan, petani di India yang sudah menggunakan teknologi informasi sejak lama. Dalam sebuah kelompok tani, pasti ada satu orang yang menguasai teknologi informasi. Dialah yang bertugas memantau komputer setiap hari.

"Pada 2006 saya ketemu petani India. Dalam satu kelompok tani, selalu ada satu orang yang ngurusi komputer. Yang lain nggak bisa dan mengantre. Mereka bertanya, kira-kira komoditas ini harganya berapa. Saat antre, dia (IT) mengatakan, ini lho PR-mu. Jualnya ke sini, ke sini, yang mau beli ini. Jadi mempertemukan petani dan pembeli. Maka, petani mendapatkan manfaatnya," jelas alumni UGM itu.

Aplikasi Petani Jateng, kini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh petani di Karanganyar. Salah satunya petani daun bawang, Dwi Hartanto. Saat berdialog dengan Ganjar, dia mengatakan, aplikasi Petani Jateng membantunya ketika menghadapi masalah hama.

"Saya sudah mendaftar dan menggunakan aplikasi Petani Jateng. Manfaatnya bisa saling berbagi informasi. Saya pernah tanya soal hama jamur pada daun bawang. Ada yang menjawab dan membantu," ungkapnya.

Sebagai informasi, selain sebagai sarana saling bertukar informasi, aplikasi Petani Jateng juga dilengkapi dengan fitur Artikel yang memuat tulisan para pakar di bidang pertanian. Ada pula fitur Jual Produk agar petani dapat menjual produksinya dengan harga yang lebih baik, dan fitur Lapor Panen yang dilaporkan petani dengan sistem aplikasi. Sehingga memudahkan calon pembeli mendapatkan informasi.

Fitur lainnya adalah pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang membutuhkan modal. Melalui fitur Pinjaman KUR, pihak pemberi pinjaman dapat melihat rekam jejak petani dalam produksinya, dan dengan mudah memverifikasi pinjaman. Aplikasi Petani Jateng juga dilengkapi dengan fitur Lapor Pupuk, di mana petani bisa memeroleh informasi pengecer pupuk bersubsidi lengkap dengan lokasinya. (Biro Humas Setda Prov Jateng)