"Aja Rumangsa Bisa Dhewe"

Jum, 17/02/2017 - 21:10 -- ully

Salatiga - Masyarakat harus menjaga toleransi antarumat beragama dan terus menumbuhkan sikap saling membantu untuk kedamaian dan kemajuan bersama. Perbedaan warna kulit, suku, agama, ras, dan adat istiadat jangan menjadi alasan tidak saling menghormati.

"Berbicara di Jawa Tengah atau di Salatiga pada khususnya, tidak mungkin satu dengan lainnya sama persis. Kita ini berbeda, plural bhineka, tetapi kebhinekaan itu bisa menjadi tunggal ika jika kita saling menghormati dan saling membantu. Aja rumangsa bisa dhewe," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi saat memberi sambutan pada peringatan HUT ke-86 Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa (GKJ) di GKJ Salatiga, Jumat (17/2).

Ia menjelaskan, ungkapan "aja rumangsa bisa dhewe" (jangan merasa bisa sendiri) sarat dengan nilai-nilai hakiki yang tidak hanya milik masyarakat Jawa karena ungkapannya menggunakan bahasa Jawa. Namun ungkapan penuh makna kebaikan itu bersifat universal. Manusia di mana pun berada tidak bisa hidup sendiri, butuh bantuan orang lain.

"Senantiasa bergotong-royong dengan warga di lingkungan tempat tinggal tanpa membeda-bedakan agama, suku apa, asal dari mana. Ayo membersihkan selokan bareng-bareng agar selalu rukun. Misal ada sesuatu yang tidak beres, ayo kita berdiskusi bersama bagaimana mencari solusi," beber mantan Bupati Purbalingga ini.

Dalam kehidupan bermasyarakat, lanjut Heru, terutama di Indonesia dengan beragam perbedaan SARA, memang berpotensi terjadi pertikaian dan perpecahan persatuan bangsa, baik ditimbulkan faktor dari dalam maupun luar. Sebagai contoh aksi terorisme dan radikalisme yang berupaya memecah kerukunan antarumat beragama melalui teror bom.

"Ada masalah yang bersinggungan dengan isu SARA, selalu direspon dan diselesaikan cepat oleh pemerintah daerah serta dukungan pemuka agama dan tokoh masyarakat. Semua bergotong-royong demi kedamaian bersama," terangnya.

Sementara itu, dalam rangkaian peringatan HUT Sinode GKJ tersebut juga diselenggarakan talkshow bertajuk " Kepemimpinan Yang Melayani", dengan nara sumber Pendeta Daniel K Listijabudi PhD dan Sri Hastjarjo S.Sos, PhD.

Penulis : Mn, Humas Jateng
Editor : Diskominfo Jateng