Upacara Peringatan Hari Bela Negara

Sel, 20/12/2016 - 11:34 -- kominfojtg-2

SEMARANG – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah turut serta memperingari Hari Bela Negara dengan melaksanakan Upacara Bela Negara di Halaman Dinas Hubkominfo Prov Jateng, Senin (19/12).

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Dinhubkominfo Prov Jateng, Ir Satriyo Hidayat dan diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Dinhubkominfo Prov Jateng.

Pada momentum Hari Bela Negara tahun 2016 ini, Satriyo Hidayat mengajak untuk belajar dari sejarah perjuangan bangsa, membela negara sehingga sekarang ini Indonesia dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat.

“Mereka berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk membela tanah air ini dari para penjajah” tegasnya.

Sejarah juga telah mencatat bahwa membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga negara dengan kesadarannya untuk membela negara melakukan upaya-upaya politik maupun diplomasi.

“Upaya ini tercatat pada lembaran sejarah melawan penjajah ketika 68 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1948, atas prakasa Mr. Sjarifoeddin Prawiranegara, dibentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat” ujarnya.

Peristiwa tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Bela Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 19 Desember 2006. Untuk mengenang sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Pemerintah Republik Indonesia juga telah membangun Monumen Nasional Bela Negara di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis PDRI dengan area seluas 40 hektare, tepatnya di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

“Nilai-nilai heroik tersebut yang perlu kita terus aktualisasikan melalui berbagai karya nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” ucapnya.

Satriyo juga menjelaskan perlawanan kita tentang ancaman kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan merupakan bentuk upaya membela negara. sehingga negara ini akan menjadi kokoh dan besar ketika memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

“Selain itu, ancaman kedaulatan kita muncul dari tindak pidana kejahatan luar biasa, yaitu Korupsi, termasuk didalamnya pungli yang telah nyata-nyata merusak pondasi kekuatan kita sebagai bangsa dan menjauhkan rakyat dari kesejahteraan. Upaya melawan Korupsi disemua tingkatan merupakan wujud pembelaan kita pada negara” tegasnya.

Melalui Hari Bela Negara yang mengangkat tema “Indonesiaku Tercinta, kan Kubela Sepanjang Masa” ini diharapkan mampu menjadi media dalam rangka meningkatkan dan menggugah kesadaran bela negara seluruh bangsa Indonesia. Selain itu, mewujudkan pembangunan karakter bangsa Indonesia sebagai potensi dalam pembangunan sistem pertahanan negara yang bersifat semesta.

(Media Center Jateng/HP)