Nilai Tukar Petani (NTP) November 2016 Turun 0,60 Persen

Kam, 29/12/2016 - 14:23 -- kominfojtg-2

SEMARANG – Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Tengah No. 84/12/33/Th.X, tanggal 1 Desember 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah bulan November 2016 mengalami penurunan 0,60 persen, yaitu dari posisi 100,15 menjadi 99,55. Hal ini disebabkan karena perubahan indeks harga yang diterima petani (It) lebih rendah dibandingkan dengan perubahan indeks harga yang dibayar petani (Ib). It mengalami kenaikan 0,33 persen, dari posisi 124,90 pada bulan Oktober 2016 menjadi 125,31 pada bulan November 2016. Sementara Ib mengalami kenaikan 0,94 persen, dari posisi 124,71 menjadi 125,88.

Dari 5 (lima) sub sektor pertanian komponen penyusun NTP, 4 (empat) sub sektor mengalami penurunan indeks yaitu : sub sektor Tanaman Pangan turun 1,54 persen, sub sektor Hortikultura turun 0,75 persen, sub sektor Peternakan turun 1,45 persen dan sub sektor Perikanan turun 0,66 persen. Sedangkan sub sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami kenaikan yaitu naik 2,65 persen.

Secara umum, Indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan indeks sebesar 0,33 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kenaikan It dipengaruhi oleh penurunan It pada 2 (dua) sub sektor, yaitu : sub sektor Tanaman Pangan turun 0,48 persen dan, sub sektor Peternakan turun sebesar 0,74 persen. Sedangkan sub sektor lainnya yang mengalami kenaikan yaitu: sub sektor Hortikultura naik sebesar 0,22 persen, sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 3,57 persen dan sub sektor Perikanan naik sebesar 0,47 persen.

Indeks harga yang dibayar petani pada bulan November 2016 mengalami kenaikan 0,94 persen bila dibandingkan dengan bulan Oktober 2016. Kenaikan itu dipengaruhi oleh kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 1,28 persen dan kenaikan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,31 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen atau dari posisi 106,93 menjadi 106,95 dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) atau IHK perdesaan di Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan atau terjadi inflasi perdesaan sebesar 1,28 persen. Inflasi terjadi disebabkan kenaikan 7 (tujuh) kelompok harga, antara lain naiknya kelompok harga Bahan Makanan sebesar 2,41 persen, Kelompok Makanan Jadi sebesar 0,63 persen, Kelompok Perumahan sebesar 0,27 persen, kelompok Sandang sebesar 0,21 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,39 persen, kelompok Pendidikan Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,04 persen serta Kelompok transportasi dan Komunikasi sebesar 0,36 persen.

Dari 33 provinsi (termasuk DKI Jakarta) yang dilaporkan, perubahan NTP November 2016 terhadap NTP Oktober 2016 ternyata sangat beragam. Kenaikan indeks NTP terjadi di 15 provinsi, sedangkan 18 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat yaitu sebesar 1,77 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 1,14 persen.

(BPS Jateng – Media Center Jateng/dv)