Kabupaten Magelang

Alamat Website http://www.magelangkab.go.id/

Kabupaten Magelang sejak 22 Maret 1984 mengalami perpindahan ibu kota wilayah dari Kota Magelang ke Kota Mungkid, sekitar tiga kilometer sebelah timur Candi Borobudur. Bupati Magelang pertama yakni Danuningrat, diangkat oleh Letnan Gubernur Jenderal Sir Stamford Raffles pada 1801, sedangkan saat ini Bupati Singgih Sanyoto terhitung sebagai bupati ke-12 yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 2013, setelah selama dua periode memimpin daerah ini.

Wilayah Kabupaten Magelang seluas 1.085,73 kilometer persegi terdiri atas 21 kecamatan dengan 367 desa dan lima kelurahan dengan posisi 101-01"-51" hingga 110-26"-58" bujur timur dan 70-19"-13" hingga 70-42"-16" lintang selatan. Kawasan yang dikelilingi lima gunung yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan sebagian Pegunungan Menoreh termasuk berudara relatif sejuk dengan lokasi tertinggi 1.378 meter di atas permukaan air laut (mdpl) dan terendah 202 mdpl.

Sejumlah kabupaten lain yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang yakni di utara, Kabupaten Temanggung dan Semarang, timur Semarang dan Boyolali, selatan Purworejo dan Kulon Progo serta Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan barat Temanggung serta Wonosobo. Secara khusus di tengah kawasan Kabupaten Magelang adalah wilayah Kota Magelang.

Wilayah Kabupaten Magelang merupakan jalur penghubung antara Yogyakarta-Semarang, Purwokerto-Semarang, dan Yogyakarta-Salatiga. Jumlah penduduk saat ini 1.193.569 jiwa yang terdiri atas laki-laki 600.050 orang dan perempuan 593.519 orang dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 1.088 jiwa per kilometer persegi dan dengan pendapatan per kapita berdasarkan harga berlaku Rp7.290.629,51.

Pemerintah Kabupaten Magelang mengembangkan perekonomian daerah dengan menempatkan tiga sektor unggulan yakni pertanian, pariwisata, dan industri kecil serta menengah. Sebagian besar penduduk setempat bersumber penghidupan dari sektor pertanian dengan luas lahan sawah 37.323 hektare atau 34, 29 persen dari total wilayah dan lahan kering 71.341 hektare (65,71 persen). Lahan pertanian selain untuk budi daya padi, jagung, dan tembakau juga hortikultura terutama di kawasan lereng gunung.

Berbagai tempat wisata yang saat ini dikelola baik oleh pemerintah kabupaten maupun masyarakat desa berjumlah 55 objek wisata dengan objek unggulan Candi Borobudur dan Bukit Ketep. Jumlah masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah sekitar 138 ribu UMKM, sekitar 27 ribu industri kecil dan menengah.