PEMKAB PATI SIDAK HARGA KOMODITI DI BULAN RAMADHAN

Wed, 15/06/2016 - 13:15 -- humasjtg1

PATI - Pemerintah Kabupaten Pati melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional dan modern yang ada di Kabupaten Pati, diantaranya Pasar Puri Baru, Pasar Rogowongso, Swalayan Luwes dan Swalayan Ada Rabu (15/6) pagi.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari tim TPID menyebutkan, harga kebutuhan selama bulan ramadhan di Kabupaten Pati mengalami kenaikan yang wajar dan masih terjangkau masyarakat.

“Misalnya harga ayam potong, biasanya Rp 30 ribu, kini harganya antara Rp 31- 32 ribu per kilo, sedangkan harga daging sapi juga masih stagnan Rp 100 ribu per kilo, sejak sebelum ramadhan hingga saat ini,” jelas Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Pujo Winarno, selaku wakil ketua TPID Kab. Pati.

Menurutnya, pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui harga kebutuhan masyarakat di pasar tradisional maupun modern. Khususnya harga daging yang mengalami lonjakan di daerah lain, namun di Kabupaten Pati harganya tetap stabil sehingga tidak meresahkan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan di dua pasar tersebut, harga- harga di pasar Rogowongso cenderung lebih murah antara Rp 1000- 2000 dibanding harga komoditas di pasar Puri Baru.

Sementara itu, hasil sidak di dua swalayan besar di Kabupaten Pati yaitu Luwes dan Ada, tidak ditemukan bahan makanan kadaluarsa yang dijual oleh pihak swalayan.

Di kedua tempat itu, tim juga membuka kemasan parcel yang berisi bahan makanan untuk diamati tanggal kadaluarsa tiap produk dan hasilnya tidak ditemukan produk yang sudah kadaluarsa dalam kemasan parcel.

Namun pada bagian makanan ringan curah, tim menyayangkan tidak adanya masa kadaluarsa pada tiap toples kaca. Untuk itu TPID meminta pihak pengelola swalayan untuk memberikan label kadaluarsa di setiap toples.

"Kami sudah berikan teguran pada pengelola swalayan, agar memberikan label kadaluarsa sehingga kualitas makanan bisa dijamin. Besok akan kami pantau ulang apakah himbauan ini sudah ditindaklanjuti oleh pengelola," tegas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan selaku anggota TPID Kab Pati.